Mempelajari dokumen Request for Quotation (RFQ), Invitation to Tender (ITT), spesifikasi teknis, gambar desain teknik, serta dokumen Scope of Work (SOW) dari pemilik proyek (misalnya KKKS atau perusahaan minyak multinasional).
Menghitung secara detail volume material khusus migas (seperti pipa khusus, katup/valves, struktur platform, instrumen skid) serta kebutuhan tenaga kerja ahli (welder bersertifikat, piping engineer, dll).
Menentukan standar harga untuk setiap satuan pekerjaan berdasarkan kompleksitas medan (misalnya proyek onshore vs offshore).
Menghubungi vendor dan sub-kontraktor untuk mendapatkan penawaran harga material, sewa alat berat (seperti crane barge, mesin drilling), atau jasa penunjang migas.
Mengevaluasi penawaran vendor untuk memastikan spesifikasi material telah memenuhi standar keselamatan migas internasional (seperti ASME, API, atau ASTM) dengan harga terbaik.
Proyek oil & gas sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, fluktuasi harga komoditas, dan regulasi ketat. Estimator harus cermat memasukkan biaya risiko dan dana darurat agar proyek tidak rugi di tengah jalan.
Menganalisis jenis kontrak yang ditawarkan (misalnya Lump Sum, Unit Price, atau Cost-Plus) guna memetakan potensi risiko komersial bagi perusahaan.
Menggabungkan seluruh komponen biaya (material, jasa, overhead, keuntungan, dan pajak) ke dalam dokumen penawaran harga akhir untuk diajukan ke klien.
Berkoordinasi dengan tim manajemen proyek (Project Manager) untuk memantau pengeluaran aktual di lapangan dan membandingkannya dengan estimasi awal demi menghindari pembengkakan biaya (cost overrun_)_
Pendidikan minimal Sarjana (S1) di bidang Teknik Sipil, Manajemen Konstruksi, Teknik Bangunan, atau jurusan relevan lainnya. Untuk level junior/staf, lulusan SMK Teknik Gambar Bangunan juga kerap diterima.
Memiliki pengalaman kerja minimal 3-4 tahun di bidang estimasi biaya konstruksi, manufaktur, atau Quantity Surveying (QS).
Memiliki sertifikat keahlian seperti SKA/SKK Quantity Surveyor atau Sertifikat Estimator Konstruksi.
Mampu menghitung volume pekerjaan (seperti pekerjaan tanah, beton, besi, dan finishing) secara teliti dari gambar teknik.
Memahami cara membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP), dan Bill of Quantities (BOQ) / Bill of Materials (BOM).
Mahir membaca dan menerjemahkan shop drawing, as-built drawing, maupun cetak biru (blueprint)
Menguasai AutoCAD untuk gambar teknik serta mahir menggunakan Microsoft Excel tingkat lanjut (rumus, pengolahan data anggaran).
Manajemen Waktu: Memahami pembuatan jadwal proyek dan Kurva S jika diperlukan.
Memiliki ketelitian detail-oriented Tinggi karena kesalahan kecil dalam perhitungan volume atau harga material berdampak besar pada kerugian proyek.
Mampu menganalisis harga pasaran material, upah tenaga kerja, serta risiko yang memengaruhi biaya produksi.
Mampu bekerja sama dengan kontraktor, mandor, bagian pengadaan (procurement), hingga manajemen.