Menjaga hubungan dengan customer B2B melalui kunjungan, telepon, WhatsApp, dan komunikasi berkala.
Memastikan customer yang sebelumnya aktif tetap melakukan transaksi dan tidak berpindah ke kompetitor.
Mencapai target revenue bulanan berdasarkan daftar customer yang menjadi tanggung jawabnya.
Mengidentifikasi customer yang mengalami penurunan transaksi, tidak aktif, atau berhenti berbelanja, kemudian melakukan pendekatan untuk mengaktifkan kembali.
Mendorong peningkatan frekuensi pembelian customer melalui perencanaan follow-up dan kebutuhan restock customer.
Meningkatkan rata-rata nilai pembelian customer melalui cross-selling, upselling, dan penawaran tambahan SKU.
Mengembangkan customer grosir potensial.
Memperluas variasi SKU yang dibeli customer, terutama Top 200 dan SKU Pareto yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.
Memastikan pesanan customer diproses dengan tepat, termasuk koordinasi stok, harga, pengiriman, dan penyelesaian kendala pesanan.
Menangani keluhan customer terkait pelayanan, stok, pengiriman, maupun harga dan mengoordinasikan penyelesaiannya.
Memastikan data customer, kontak, status keanggotaan, masa berlaku member, dan riwayat transaksi selalu diperbarui.
Membuat laporan aktivitas follow-up, hasil penjualan, customer berisiko, dan rencana peningkatan penjualan.