Teknisi Facility Maintenance
Barbertology·Semarang, Jawa Tengah·glints·veröffentlicht 14.10.2026 Pemeliharaan Fasilitas
- Melakukan pengecekan rutin kondisi fasilitas Head Office dan outlet.
- Memastikan kondisi listrik, lampu, AC, plumbing, pintu, kunci, furnitur, dan fasilitas lainnya berfungsi dengan baik.
- Melakukan preventive maintenance untuk meminimalkan kerusakan dan gangguan operasional.
Perbaikan dan Penanganan Kerusakan
- Menangani perbaikan ringan secara mandiri sesuai kemampuan dan standar keselamatan.
- Menindaklanjuti laporan kerusakan dari outlet maupun Head Office.
- Melakukan koordinasi dengan teknisi atau vendor untuk kerusakan yang membutuhkan penanganan khusus.
- Memastikan hasil perbaikan berfungsi dengan baik dan sesuai kebutuhan operasional.
Pengelolaan Peralatan dan Aset
- Melakukan inventarisasi peralatan dan fasilitas yang membutuhkan perawatan.
- Memantau kondisi aset serta mengidentifikasi kebutuhan perbaikan atau penggantian.
- Memastikan penggunaan suku cadang dan material perbaikan secara efektif dan efisien.
Koordinasi dengan Outlet dan Departemen Terkait
- Berkoordinasi dengan PIC outlet terkait jadwal pengecekan dan perbaikan.
- Mengatur prioritas perbaikan berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya terhadap operasional.
- Memastikan pekerjaan perbaikan tidak mengganggu pelayanan kepada customer.
- Melakukan follow-up hingga setiap laporan kerusakan dinyatakan selesai.
Pengelolaan Vendor
- Mencari dan berkoordinasi dengan vendor jasa perbaikan sesuai kebutuhan.
- Meminta penawaran harga dan membandingkan biaya pekerjaan.
- Memantau kualitas, waktu pengerjaan, dan hasil pekerjaan vendor.
- Memastikan biaya perbaikan sesuai anggaran dan mendapatkan persetujuan pihak berwenang.
Administrasi dan Pelaporan
- Membuat laporan kondisi fasilitas dan hasil pengecekan rutin.
- Mendokumentasikan laporan kerusakan, proses perbaikan, biaya, serta bukti penyelesaian.
- Memperbarui data riwayat pemeliharaan setiap aset.
- Melaporkan kendala, kebutuhan material, dan rekomendasi perbaikan kepada atasan.
Keselamatan dan Standar Kerja
- Memastikan proses perbaikan dilakukan sesuai standar keselamatan kerja.
- Mengidentifikasi potensi bahaya pada fasilitas dan segera melakukan tindak lanjut.
- Menjaga kerapian area kerja setelah proses perbaikan selesai.