Merancang dan menganalisis peralatan diam/tanpa gerak seperti pressure vessel (bejana tekan), tangki penyimpanan (storage tank), dan heat exchanger.
Memastikan desain peralatan memenuhi standar keamanan internasional (seperti ASME, API) serta tahan terhadap korosi dan tekanan tinggi.
Bertanggung jawab pada mesin-mesin yang bergerak atau berputar, seperti pompa (pump), kompresor (compressor), dan turbin.
Melakukan pemilihan spesifikasi alat, pemantauan performa, serta pemecahan masalah (troubleshooting) jika terjadi kerusakan operasional.
Menyusun jadwal perawatan berkala (preventive maintenance) untuk mencegah kerusakan mesin di lapangan.
Menganalisis akar masalah (root cause analysis) jika terjadi kegagalan alat agar tidak menghambat proses produksi.
Menghitung estimasi biaya awal (cost estimation), desain konseptual, dan spesifikasi material (material take-off).
Mengawasi instalasi alat baru serta memastikan standar keselamatan kerja (HSE) terpenuhi di area kilang atau anjungan
Requirements
Pendidikan minimal gelar Sarjana (S1) dari jurusan Teknik Mesin (Mechanical Engineering).
Pengalamanminimal 3-4 tahun
Memahami desain, pengoperasian, dan pemeliharaan alat statis (tangki, bejana tekan/vessel) serta alat dinamis/rotating (pompa, kompresor, turbin).
Menguasai sistem perpipaan (piping) baik untuk fasilitas onshore maupun offshore.
Familiar dengan standar internasional seperti ASME, API, ANSI, atau ASTM.
Memahami siklus proyek migas mulai dari mechanical completion, pre-commissioning, hingga startup/commissioning.
Memiliki sertifikasi K3 / Keselamatan Kerja: Memiliki sertifikasi K3 umum atau K3 listrik yang masih aktif dari instansi berwenang (menjadi nilai tambah penting di area site / remote area).
Pelatihan tambahan terkait rotating/static equipment, corrosion control, atau commissioning process