AI Agent - Business Automation Operations Engineer

AHHA KORPORA INDONESIAJakarta Timur, DKI Jakartaglintspublished 10/26/2026
Must-have:TypeScriptJavaScriptPythonGitDataAIFinTechE-CommerceLead

About the company

Visi kami sederhana > Build a company where one highly capable human can operate the business with an integrated AI workforce.

Your tasks

Tentang Posisi Kami sedang mencari seorang AI Agent - Business Automation Operations Engineer yang mampu merancang, membangun, mengintegrasikan, dan mengoperasikan sistem perusahaan berbasis AI Agent & Automation.

Kami ingin membangun sistem di mana berbagai fungsi perusahaan seperti **Sales, Marketing, Customer Service, Finance, Operations, Research, Content, HR, dan Reporting dapat dibantu atau dijalankan oleh AI Agents yang saling terhubung. Kamu akan menjadi orang yang bertanggung jawab membangun “digital operating system” perusahaan tersebut.

Tanggung Jawab Utama

  1. AI Agent Architecture
  • Mendesain arsitektur AI Agent untuk berbagai fungsi perusahaan.
  • Membangun multi-agent system yang mampu bekerja secara terintegrasi.
  • Menentukan kapan AI Agent harus bekerja secara autonomous dan kapan membutuhkan human approval.
  • Mendesain workflow antar-agent.
  • Membuat sistem monitoring dan evaluasi performa AI Agent.
  1. Business Process Automation

Menganalisis seluruh proses bisnis dan mengidentifikasi pekerjaan yang dapat:

  • Diotomatisasi.
  • Didelegasikan kepada AI Agent.
  • Diintegrasikan antar-platform.
  • Dikurangi atau dihilangkan.

Contoh fungsi yang dapat diotomatisasi

  • Lead Generation → Sales → Follow-up → Proposal → CRM → Reporting
  • Content Research → Ide → Script → Production → Publishing → Analytics
  • Customer Inquiry → AI Response → Qualification → Sales → Follow-up
  • Invoice → Finance Record → Payment Tracking → Reporting
  • Meeting → Transcript → Summary → Action Items → Task Assignment → Follow-up
  1. AI Tools & Integration

Membangun integrasi antara AI dengan tools perusahaan seperti:

  • CRM
  • Google Workspace
  • WhatsApp
  • Email
  • Calendar
  • Spreadsheet
  • Project Management
  • Accounting/Finance tools
  • Social Media
  • E-commerce
  • API
  • Database
  • Internal knowledge base

Menggunakan API, webhook, automation platform, dan AI model untuk menciptakan workflow yang saling terhubung.

  1. Build AI Workforce

Membangun berbagai AI Agent sesuai fungsi perusahaan, misalnya:

AI CEO Assistant Membantu Founder melihat kondisi perusahaan dan menentukan prioritas.

AI Sales Agent Mencari prospect, melakukan qualification, follow-up, dan memperbarui CRM.

AI Marketing Agent Melakukan research, membuat campaign ideas, content calendar, dan reporting.

AI Content Agent Membuat brief, script, copywriting, dan koordinasi production workflow.

AI Customer Service Agent Menjawab pertanyaan, melakukan qualification, dan melakukan escalation.

AI Finance Agent Membantu monitoring cashflow, invoice, payment, dan financial reporting.

Mengawasi task, deadline, SOP, dan operational workflow.

AI Research Agent Melakukan market research, competitor analysis, dan data gathering.

  1. AI Command Center

Membangun satu dashboard atau command center yang memungkinkan Founder mengetahui:

  • Revenue
  • Sales pipeline
  • Leads
  • Marketing performance
  • Customer activity
  • Operations
  • Finance
  • Team performance
  • AI Agent activity
  • Bottleneck
  • Critical alerts

Tujuannya > Founder tidak perlu mengejar informasi. Sistem yang membawa informasi kepada Founder.

  1. Continuous Improvement
  • Mengukur efektivitas setiap AI Agent.
  • Mengidentifikasi workflow yang masih membutuhkan human intervention.
  • Mengurangi repetitive work.
  • Meningkatkan reliability dan accuracy AI.
  • Melakukan eksperimen terhadap AI models dan automation tools.
  • Membuat SOP dan dokumentasi sistem.

KPI Keberhasilan posisi ini tidak hanya diukur dari jumlah AI Agent yang dibuat.

Business Impact

  • Pengurangan pekerjaan manual.
  • Pengurangan operational cost.
  • Peningkatan speed of execution.
  • Peningkatan productivity per person.
  • Jumlah proses bisnis yang berhasil diotomatisasi.
  • Reliability AI workflow.
  • Jumlah human intervention yang berhasil dikurangi.

Target Utama > Increase the amount of business output that can be generated by one human operator.

Requirements

Posisi ini bukan sekadar AI Engineer. Kami mencari seseorang yang memahami AI + Automation + Business Process + Systems Thinking.

Kualifikasi Utama Kami mencari kandidat dengan kombinasi technical capability + business thinking.

Wajib

  • Memahami konsep AI Agents dan Agentic AI.
  • Memahami LLM dan AI application development.
  • Memahami API, webhook, database, dan system integration.
  • Memahami automation workflow.
  • Mampu membangun workflow menggunakan tools seperti n8n, Make, Zapier, atau tools sejenis.
  • Memiliki kemampuan dasar programming, terutama Python atau JavaScript/TypeScript.
  • Memahami JSON dan REST API.
  • Memahami database dan data flow.
  • Memahami prompt engineering dan structured outputs.
  • Mampu mengintegrasikan berbagai AI tools menjadi satu workflow.
  • Memiliki kemampuan problem solving yang sangat baik.
  • Memiliki systems thinking.

Sangat Diutamakan

  • Pernah membangun AI Agent yang berjalan secara autonomous.
  • Pernah membangun multi-agent system.
  • Pernah mengintegrasikan AI dengan CRM atau business systems.
  • Memiliki pengalaman membangun AI automation untuk perusahaan.
  • Memahami RAG dan vector database.
  • Memahami tool calling/function calling.
  • Memahami AI memory/context management.
  • Memahami observability dan evaluation untuk AI systems.
  • Pernah membangun AI chatbot yang terhubung dengan database/API.
  • Memiliki pengalaman startup atau technology company.

Yang Kami Cari dari Kandidat

  • Kami tidak mencari orang yang hanya bisa menggunakan ChatGPT.
  • Kami mencari seseorang yang ketika melihat sebuah perusahaan dapat berkata:

> “Bagian ini bisa diotomatisasi.” > “Bagian ini harus menjadi AI Agent.” > “Bagian ini harus tetap human-in-the-loop.” > “Data dari sistem A harus masuk ke sistem B.” > “AI Agent ini harus memanggil API tersebut.” > “Founder cukup mendapatkan alert ketika kondisi X terjadi.”

Kandidat ideal memiliki pola pikir Business Problem → System Design → AI Agent → Automation → Integration → Measurement

Personality yang Dicari

  • Systems thinker.
  • Extremely curious.
  • Problem solver.
  • Experimental.
  • Fast learner.
  • Technology enthusiast.
  • Business-minded.
  • Tidak takut mencoba tools baru.
  • Mampu bekerja mandiri.
  • Tidak hanya menunggu brief.
  • Berani membongkar proses lama dan membuat sistem baru.
  • Memiliki ownership tinggi.

Nilai Tambah

  • Pernah membangun startup.
  • Pernah menjadi automation engineer.
  • Pernah menjadi AI engineer.
  • Pernah menjadi solutions architect.
  • Pernah menjadi product engineer.
  • Pernah membangun SaaS.
  • Aktif mengikuti perkembangan AI Agent.
  • Memiliki GitHub/portfolio.
  • Memiliki demo AI Agent yang pernah dibangun.

Skills: Data Mining, Data Engineering, Artificial Intelligence, Neural Network, Computer Vision, Pattern Recognition, Natural Language Processing (NLP), Redis, Machine Learning, Deep Learning

What we offer

  • Bekerja langsung dengan Founder.
  • Kesempatan membangun AI-native company dari tahap awal.
  • Eksposur langsung terhadap berbagai fungsi bisnis.
  • Kesempatan bereksperimen dengan teknologi AI terbaru.
  • Ownership besar terhadap arsitektur AI perusahaan.
  • Performance-based incentive.
  • Peluang berkembang menjadi Head of AI / AI Systems Architect / AI Transformation Lead.

How to apply

Pertanyaan Lamaran Untuk mempercepat proses screening, kandidat wajib menjawab:

  1. AI Agent apa yang pernah kamu bangun? Jelaskan workflow-nya.
  2. Tools, API, database, dan AI model apa yang kamu gunakan?
  3. Jika diberikan sebuah perusahaan dengan 10 orang dan targetnya menjadi “1 human + AI workforce”, fungsi apa yang pertama kali akan kamu otomatisasi dan mengapa?
  4. Lampirkan GitHub, portfolio, demo, Loom/video, atau link project AI Agent yang pernah kamu buat jika tersedia.
  5. Berikan contoh workflow bisnis yang menurut kamu dapat dijalankan secara autonomous oleh AI Agent.

Kami sangat menghargai practical builder dibandingkan kandidat yang hanya memiliki pengetahuan teoritis.

Other

Contoh Challenge Saat Seleksi Kandidat akan diberikan studi kasus: > Bayangkan sebuah digital agency memiliki 20 orang dan ingin mengurangi pekerjaan operasional sehingga sebagian besar proses dapat dijalankan oleh AI.”

Kandidat diminta membuat

  1. Business process map.
  2. Daftar pekerjaan yang dapat diotomatisasi.
  3. AI Agent architecture.
  4. Workflow antar-agent.
  5. Tools/API yang digunakan.
  6. Human-in-the-loop points.
  7. Dashboard/command center.
  8. Estimasi biaya AI tools.
  9. Roadmap implementasi 30–60–90 hari.

Kandidat yang mampu membuat prototype yang benar-benar berjalan akan mendapatkan nilai lebih tinggi dibanding kandidat yang hanya memberikan presentasi konseptual.